POLRES ABDYA BERHASI UNGKAP KASUS PEMBUNUHAN
diketahui bahwa korban Sukawati sebagai warga Desa Kemumu Hilir, Kec Labuhan Haji Tengah, Kab Aceh Selatan berdasarkan KTP yang ditemukan olh warga setempat. dari keterangan keluarganya, sudah 10 hari Sukawati meninggalkan rumah. Terakhir, janda itu pergi bersama pacarnya.
Kondisi Sukawati pun sudah mengeluarkan bau busuk. Beberapa bagian tubuhnya telah tinggal tulang, seperti kaki dan kepala hanya tinggal tengkorak.
selanjutnya korban dibawa ke RSUD di Abdya dengan dibantu oleh anggota Polres, PMI.
dari hasil olah TKP polisi berhasi menemukan dompet , foto korban sarung pisau, sandal dan minyak kayu putih.
selanjutnya Kapolsek Babahrot AIPTU Fairil melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolres abdya.
Kapolres Aceh Barat Daya AKBP Eddy Djunaedy,SiK langsung memerintahkan kasat Reskrim AKP Warosidi, Sh berserta seluruh jajaran anggota sat reskrim baik dipolres mau pun dipolsek - polsek untuk menyelidiki kasus tersebut, selanjutnya kasat reskrim AKP Warosidi,sh dengan didampingi kapolsek babahrot Aiptu Fairil beserta anggotanya melacak kebenaran identitas korban, setelah 3 jam kemudian anggota Sat Reskrim Polres Abdya berserta anggota polsek babahrot berhasil mengantungi identitas tersangka dengan inisial SL ( 45 Thn ) dengan dibantu oleh Polsek labuhan haji timur, setelah itu anggota Sat Reskrim dengan dipimpin oleh AKP Warosidi, sh dan kapolsek babahrot AIPTU FIRIL langsung memburu tersangka di kediamannya di Ds. Sangkalan Kec. Blangpidie namun diketahui bahwa tersangka telah memiliki banyak istri dan tinggal tidak menetap, dalam aksi pengejaran selama 4 jam tersebut akhirnya diketahui bahwa tersangka telah menikah lagi dan tinggal dirumah istri mudanya yang sedang hamil 9 bulan dan sekitar 4 jam kemudian anggota sat reskrim mengakhiri pengejaran tersebut dan menangkap tersangka di rumah istri mudanya di Dsn. Simpang gading Ds. Pante Cermin Kec. Babahrot
Dari penyelidikan awal diketahui bahwa SL membantai Sukawati menggunakan pisau dan memukulnya dengan pelepah sawit. Aksi ini terjadi pada dua hari menjelang hari raya Idul Adha. Sebelum membunuh, pria beristri tiga ini mengaku sempat melakukan hubungan intim dengan korban dikarenakan korban menolak untuk melayani tersangka yang kedua kalinya,lalu tersangka langsung memukul kepala korban dengan pelepah kelapa sawit yang ada di lokasi tersebut. Usai tersungkur, dada Sukawati lantas ditikam. SL sendiri mengaku kenal dengan janda ini melalui HP, kemudian hubungan dilanjutkan dengan pertemuan beberapa kali. Mereka pun akhirnya sepakat untuk menikah.
Kapolres Abdya AKBP Eddy Djunaedy, SiK juga menjelaskan polisi akan terus melakukan penyelidikan untuk mencari alat bukti lainnya, agar pelaku bisa dijadikan tersangka. Selain itu kita juga terus melakukan pengembangan apakah pelaku satu orang atau melibatkan orang lain termasuk mencari motif pembunuhan.
Sementara Camat Labuhan Haji Timur Drs Rahmadnuddin mengakui bahwa sebelum pergi Sukawati sempat ke kantor camat mengurus surat perkawinan. Ia membawa buku nikah dengan mantan suaminya, agar bisa kawin dengan pacar baru sekarang.
Selain itu almarhum juga menyempatkan diri berfoto di salah satu toko di Labuhan Haji, untuk keperluan pernikahan. Sukawati sendiri sudah yakin bahwa mareka akan segera menikah sebelum hari raya Aidil Adha.
Saat mengurus surat Sukawati memakai baju merah jambu, baju tersebut adalah baju yang melekat di tubuh korban saat ditemukan. “Saya ingat bahwa baju yang dipakai saat mengurus surat adalah baju yang melekat ditubuh korban saat ditemukan,” ungkapnya.
diri pihak keluarga juga mengaku, SL sudah beberapa kali mendatangi rumah korban. Namun pihak keluarga meminta surat keterangan domisili pelaku dan kondisinya apakah masih beristri atau sudah cerai dan pihak keluarga pun bersama perangkat desa setempat belum bersedia menikahkan keduanya. Setelah itu, upaya menikah secara resmi tidak berhasil, lalu SL mengajak Sukawati nikah di luar gampong. Belakangan diketahui malah berujung maut bagi sang janda. “Rencana mareka akan menikah di Maulaboh, namun berakhir dengan maut”.
dari pengebangan tersebut polisi berhasil menyita HP dan emas milik korban yang telah dijual SL.
setelah beberapa hari dilakukan penyelidikan dan penyidikan akhirnya berkas kasus pembuhunan dengan dugaan tersangka SL telah dilimpahkan ke Kajari Blangpidie.
GADIS TUNA RUNGGU DIPERKOSA
DN pertama kali ditemukan warga Dusun Alue Baduk, Desa Cot Mane Kecamatan Balangpidie, saat ingin mengambil sesuatu di kebunnya, Kamis (23/94) sekira pukul 10.30 WIB. Dia melaporkan kejadian itu kepada petugas Satpol-PP Abdya dan selanjutnya gadis tersebut diamankan di kantor Satpol-PP.
“Pada hari yang sama juga kita serahkan kembali gadis tersebut ke orang tuannya,” ujar Jusbar, Kepala Kantor Satpol-PP, WH dan Pemadam Kebakaran Abdya, Sabtu (25/04).
Menurut Jusbar, diserahkan DN ke pihak keluarganya karena pihaknya tidak mengetahui dengan pasti apakah DN benar diperkosa. “Itu perlu pemeriksaan medis,” katanya.
Selanjutnya keluarga gadis itu melaporkan kembali ke kantor Satpol PP-WH bahwa DN sudah diperiksa oleh tim medis. Haslnya, DN dinyatakan sudah diperkosa sebanyak tiga kali. “Tetapi sampai saat ini kita belum mengetahui siapa pelakunya,” kata Jusbar.
Jusbar menyarankan agar pihak keluarga DN melaporkan kejadian tersebut ke Polres Abdya untuk pengusutan lebih lanjut. “Kita sarankan agar pihak keluarga melaporkan kasus ini ke polisi agar memburu pelakunya,” lanjutnya.
OPERASI LADANG GANJA
enam program kapolri

1. Dalam menyambut dan mengamankan seluruh proses tahapan dan pelaksanaan pemilu, polriakan netral
korupsi, illegal logging, illegal fishing, dan penyakit masyarakat lainnya
3. Melakukan kelanjutan program operasi pembersihan internal Polri dari
oknum-olknum yang melakukan pelanggaran aturan hukum
4. Peningkatan kerja sama lintas sektoral bersama TNI dan jajaran
pemerintah
5. Melanjutkan dan menyelesaikan reformasi internal Polri
6. Pengelolaan keuangan sesusai prosedur
selamat datang

pencurian buah sawit
Blangpidie
Jajaran Kepolisian Resor Aceh Barat Daya (Polres Abdya) berhasil membongkar aksi pencurian sawit yang terjadi selama ini di perusahaan kelapa sawit milik PT Cemerlang Abadi dengan mengamankan dua tersangka, dimana seorang di antaranya merupakan orang dalam.
Terbongkarnya aksi pencurian sawit yang juga melibatkan seorang penadah asal Kabupaten Nagan Raya tersebut setelah terjadinya kejar-kejaran antara petugas dengan tersangka pelaku pencurian berinisial S (34) yang tak lain supir truk PT Cemerlang Abadi.
Pengejaran dilakukan setelah truk pengangkut sawit milik perusahaan tersebut keluar ke arah Nagan Raya secara mencurigakan, karena terkesan menghindar dari Pos PAM milik perusahaan, dan setelah berhasil dicegat akhirnya ditemukan berupa kelapa sawit milik perusahaan sebanyak 6 ton yang rencananya akan dijual ke penadah berinisial Saf (33).
Kapolres Abdya, AKBP Eddy Djunaidi SiK melalui Kasat Reskrim AKP Warosidi kepada wartawan, Senin (2/3) menjelaskan terbongkarnya kasus tersebut setelah adanya informasi dari masyarakat serta penelusuran petugas Polres Abdya ke lapangan.
Setelah dilakukan pengintaian, akhirnya pada 27 Pebruari lalu petugas berhasil meringkus pelaku beserta barang bukti berupa kelapa sawit milik PT Cemerlang Abadi sebanyak 6 ton yang akan dijual ke penadah di daerah Nagan Raya.
“Pelaku bekerja di perusahaan tersebut sebagai supir truk pengangkut kelapa sawit,” jelas Warosidi.
Pihak polres sampai saat ini masih terus mengembangkan kasus pencurian sawit milik perusahaan oleh karyawan sendiri, karena tidak tertutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Barang bukti berupa truk serta kelapa sawit sebanyak 6 ton sekarang sudah diamankan di Mapolsek Babahrot.
“Penadah yang berasal dari Kabupaten Nagan Raya juga sudah kita amankan,” ujar Warosidi.
Perkebunan kelapa sawit PT Cemerlang Abadi yang berlokasi di Kecamatan Babahrot, memiliki gudang penyimpanan di daerah Darul Makmur–Nagan Raya. Setiap buah sawit hasil panen akan diangkut ke lokasi tersebut, dan motif yang dilakukan pelaku pencurian yang tidak lain adalah karyawan perusahaan itu sendiri adalah dengan mengurangi angkutan sawit di titik tertentu yang selanjutnya akan diambil oleh pihak penadah.
Menurut Warosidi, modus pencurian sawit ini lumayan rapi, dimana setiap sawit hasil panen yang diangkut, diturunkan di tempat tertentu yang telah disepakati oleh si pelaku dengan penadah, karena pelaku memang bekerja di perusahaan tersebut sehingga bisa berjalan dengan lancar.
pengamanan pemilu
Blangpidie
Menjelang pelaksanaan Pemilu 2009 yang hanya tinggal menghitung hari, seluruh personil Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan persiapan berupa pemantapan dan kesiapan para personil yang akan dilibatkan langsung dalam pengamanan.
Seluruh personil yang berjumlah 215 orang tersebut mulai melakukan latihan, pengisian teori, serta pengecekan kondisi fisik sehingga diharapkan para personil yang akan menjadi ujung tombak pengamanan pelaksanaan pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) dapat siaga dengan baik, sehingga target pemilu terlaksana dengan aman, damai dan lancar bisa terwujudkan.
Kapolres berharap para personil memiliki kesiapan yang tinggi karena segala kemungkinan khususnya dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu 2009 dapat terjadi kapan saja, sehingga siapan mental dan fisik para personil jelas harus menjadi perhatian yang tinggi, sehingga pelaksanaan pengamanan pemilu terlaksana dengan sukses bisa terwujud.
“Seluruh personil di Polres ini harus senantiasa siap, apalagi menjelang pemilu yang hanya tinggal beberapa hari ke depan,” ujar Kapolres Abdya, AKBP Eddy Djunaidi SiK kepada wartawan seusai acara Pra-Ops Pemilu 2009 yang berlokasi di halaman mapolres setempat, Senin (2/3).
Kegiatan yang diberi nama Pra-Ops Mantap Brata 2008/2009 tersebut, akan dilaksanakan selama empat hari, selain apel kesiagaan, pada hari itu seluruh personil juga dilakukan pengecekan kesehatan, serta akan diisi dengan materi-materi berupa pendeteksian-dini, propam, gakkum, intel, serta materi lainnya, dimana dari kegiatan selama empat hari tersebut diharapkan para personil bisa memiliki kesiapan yang tinggi khususnya dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu 2009.
Namun demikian, menurut Kapolres, untuk pengamanan seluruh TPS yang tersebar di semua kecamatan dalam wilayah Abdya, polisi masih kekurangan personil sebanyak 89 orang, karena idealnya setiap TPS memiliki 2 personil dari kepolisian khususnya di wilayah rawan.