OPERASI LADANG GANJA


BLANGPIDIE - Jajaran Kepolisian Polres Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menemukan ladang ganja seluas 2,5 hektare di Desa Pante Rakyat, Kecamatan Babahrot, Selasa (28/4) sore. Tapi, polisi tidak menemukan pemilik ladang itu. Ladang tersebut diduga bagian dari mata rantai sindikat perdagangan ganja antardaerah.

Kapolres Abdya AKBP Eddy Djunaidi SiK didampingi Kasat Reskrim AKP Warosidi, SH Rabu (29/4) siang, mengatakan ribuan batang ganja siap ditemukan di dua titik. Tanaman itu langsung dimusnahkan di lokasi dengan cara dibakar. Polisi hanya menyita ratusan batang, untuk dijadikan barang bukti.

Operasi tersebut dipimpin Kabag Ops AKP Driharto SiK dan Kasat Reskrim AKP Warosidi, SH. Lokasi ladang ganja cukup jauh dari pemukiman penduduk, di pegunungan Pucuk Krueng Sapi. Satu tim dari kepolisian setempat, beranggotakan 48 orang, menempuh perjalanan delapan jam termasuk berjalan kaki di semak belukar dan menyeberangi sungai.

Di lokasi, polisi tidak menemukan barang selain batang ganja siap panen serta bibit yang baru disemai. “Tapi, kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan terus mengembangkan kasus ini. Pola tanam mereka sangat rapi, sehingga mereka bisa memanen setiap bulan, karena jarak tanam dengan penyemaian diatur cukup baik,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, ladang ganja tersebut berbatasan dengan daerah lain, yakni Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, Bener Meriah dan Nagan Raya, sehingga dianggap strategis untuk perdagangan antardaerah.

Ia juga mengatakan penemuan ladang ganja ini tidak lepas dari informasi akurat yang disampaikan masyarakat untuk membantu polisi. “Kita sangat berterimakasih kepada masyarakat, karena telah memberikan informasi tentang adanya aktivitas penanaman ganja yang sudah meresahkan,” ujar Kapolres Abdya AKBP Eddy Djunaidi SiK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pencurian buah sawit

Polres Abdya Bongkar Pencurian Sawit

Blangpidie

Jajaran Kepolisian Resor Aceh Barat Daya (Polres Abdya) berhasil membongkar aksi pencurian sawit yang terjadi selama ini di perusahaan kelapa sawit milik PT Cemerlang Abadi dengan mengamankan dua tersangka, dimana seorang di antaranya merupakan orang dalam.
Terbongkarnya aksi pencurian sawit yang juga melibatkan seorang penadah asal Kabupaten Nagan Raya tersebut setelah terjadinya kejar-kejaran antara petugas dengan tersangka pelaku pencurian berinisial S (34) yang tak lain supir truk PT Cemerlang Abadi.

Pengejaran dilakukan setelah truk pengangkut sawit milik perusahaan tersebut keluar ke arah Nagan Raya secara mencurigakan, karena terkesan menghindar dari Pos PAM milik perusahaan, dan setelah berhasil dicegat akhirnya ditemukan berupa kelapa sawit milik perusahaan sebanyak 6 ton yang rencananya akan dijual ke penadah berinisial Saf (33).
Kapolres Abdya, AKBP Eddy Djunaidi SiK melalui Kasat Reskrim AKP Warosidi kepada wartawan, Senin (2/3) menjelaskan terbongkarnya kasus tersebut setelah adanya informasi dari masyarakat serta penelusuran petugas Polres Abdya ke lapangan.

Setelah dilakukan pengintaian, akhirnya pada 27 Pebruari lalu petugas berhasil meringkus pelaku beserta barang bukti berupa kelapa sawit milik PT Cemerlang Abadi sebanyak 6 ton yang akan dijual ke penadah di daerah Nagan Raya.
“Pelaku bekerja di perusahaan tersebut sebagai supir truk pengangkut kelapa sawit,” jelas Warosidi.

Pihak polres sampai saat ini masih terus mengembangkan kasus pencurian sawit milik perusahaan oleh karyawan sendiri, karena tidak tertutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Barang bukti berupa truk serta kelapa sawit sebanyak 6 ton sekarang sudah diamankan di Mapolsek Babahrot.
“Penadah yang berasal dari Kabupaten Nagan Raya juga sudah kita amankan,” ujar Warosidi.

Perkebunan kelapa sawit PT Cemerlang Abadi yang berlokasi di Kecamatan Babahrot, memiliki gudang penyimpanan di daerah Darul Makmur–Nagan Raya. Setiap buah sawit hasil panen akan diangkut ke lokasi tersebut, dan motif yang dilakukan pelaku pencurian yang tidak lain adalah karyawan perusahaan itu sendiri adalah dengan mengurangi angkutan sawit di titik tertentu yang selanjutnya akan diambil oleh pihak penadah.

Menurut Warosidi, modus pencurian sawit ini lumayan rapi, dimana setiap sawit hasil panen yang diangkut, diturunkan di tempat tertentu yang telah disepakati oleh si pelaku dengan penadah, karena pelaku memang bekerja di perusahaan tersebut sehingga bisa berjalan dengan lancar.

pengamanan pemilu

Polres Abdya Siagakan 215 Personil Hadapi Pemilu

Blangpidie

Menjelang pelaksanaan Pemilu 2009 yang hanya tinggal menghitung hari, seluruh personil Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan persiapan berupa pemantapan dan kesiapan para personil yang akan dilibatkan langsung dalam pengamanan.

Seluruh personil yang berjumlah 215 orang tersebut mulai melakukan latihan, pengisian teori, serta pengecekan kondisi fisik sehingga diharapkan para personil yang akan menjadi ujung tombak pengamanan pelaksanaan pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) dapat siaga dengan baik, sehingga target pemilu terlaksana dengan aman, damai dan lancar bisa terwujudkan.

Kapolres berharap para personil memiliki kesiapan yang tinggi karena segala kemungkinan khususnya dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu 2009 dapat terjadi kapan saja, sehingga siapan mental dan fisik para personil jelas harus menjadi perhatian yang tinggi, sehingga pelaksanaan pengamanan pemilu terlaksana dengan sukses bisa terwujud.

“Seluruh personil di Polres ini harus senantiasa siap, apalagi menjelang pemilu yang hanya tinggal beberapa hari ke depan,” ujar Kapolres Abdya, AKBP Eddy Djunaidi SiK kepada wartawan seusai acara Pra-Ops Pemilu 2009 yang berlokasi di halaman mapolres setempat, Senin (2/3).

Kegiatan yang diberi nama Pra-Ops Mantap Brata 2008/2009 tersebut, akan dilaksanakan selama empat hari, selain apel kesiagaan, pada hari itu seluruh personil juga dilakukan pengecekan kesehatan, serta akan diisi dengan materi-materi berupa pendeteksian-dini, propam, gakkum, intel, serta materi lainnya, dimana dari kegiatan selama empat hari tersebut diharapkan para personil bisa memiliki kesiapan yang tinggi khususnya dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu 2009.

Namun demikian, menurut Kapolres, untuk pengamanan seluruh TPS yang tersebar di semua kecamatan dalam wilayah Abdya, polisi masih kekurangan personil sebanyak 89 orang, karena idealnya setiap TPS memiliki 2 personil dari kepolisian khususnya di wilayah rawan.